Syarat Dan Rukun Shalat


Alhamdulillah masih bisa diberikan kesempatan untuk menyampaikan informasi seputar tuntunan sholat, sekarang ini Saya akan memberikan informasi yang berkaitan dengan Rukun Dan Yang Membatalkan Shalat, jika anda seorang muslim tentunya wajib mengerjakan sholat bukan?.namun untuk mengerjakan sholat harus diperhatikan apa saja yang menjadi rukun sholat dan hal apa yang membatalkan sholat, untuk informasinya admin sudah merangkumnya di antaranya yang ada berikut ini

Syarat Shalat

  1. Beragama Islam
  2. Sudah baligh dan berakal
  3. Suci dari hadist
  4. Suci seuruh anggota badan,pakain dan tempat
  5. Menutup aurat,laki laki auratnya antara pusar dan lutut,sedang wanita seluruh anggota badannya kecuali muka dan dua belah tapak tangan
  6. Masuk waktu yang telah di tentukan untuk masing masing shalat
  7. Mengetahui mana yang rukun dan mana yang sunnah
  8. Menghadap kiblat


Rukun Shalat

  1. Niat
  2. Takbiratul ikhram
  3. Berdiri tegak yang berkuasa pada shalat fardhu,boleh sambil duduk atau berbaring bagi yang sedang sakit
  4. Membaca surat Al-Fatihah pada tiap tiap raka’at
  5. Rukuk dengan tumakninah
  6. I’tidal dengan tumakninah
  7. Sujud dua kali dengan tumakninah
  8. Duduk antara dua sujud dengan tumakninah
  9. Duduk tasyahud akhir dengan tumakninah
  10. Membaca tasyahud akhir
  11. Membaca shalawat nabi pada tasyahd akhir
  12. Membaca saam yang pertama
  13. Tertib berurutan mngerjakan rukun rukun tersebut

Mungkin cukup dari kami pembahasan tentang informasinya Syarat Dan Rukun Shalat,mudah mudahan pembahasan informasi ini bisa menambah wawasan anda tentang ajaran ajaran atau ketentuan ketentuan islam sebelum mengerjakan sholat,dan semoga kita termasuk orang orang yang selalu di lindungi oleh Allah SWT

Bacaan Niat Sholat Wajib 5 Waktu.


Niat Sholat sendiri masuk kedalam Rukun Sholat yg mempunyai artian harus melakukan Niat Sholat bagi mereka (Orang Muslim) yg akan mengerjakan / menunaikan suatu Sholat baik Sholat Wajib maupun Sholat Sunnah dan jika mereka lupa atau tidak membaca Niat Sholat maka Sholat yg mereka kerjakan tidaklah Sah atau batal dan harus mengulangi Sholat-nya lagi. Adapun didlm Shalat Wajib sendiri mempunyai 5 Waktu / 5 Jenis Sholat yg mempunyai Bacaan Niat Sholat yg berbeda, mungkin bissa langsung anda lihat sendiri Bacaan Niat Shalat dan Rakaat masing – masing Shalat yg sudah kami buat dibawah ini :
Bacaan Niat Sholat Wajib Dan Jumlah Ra’kaatnya


1. Bacaan Niat Sholat Subuh

Sholat Subuh merupakan Sholat wajib yg dpt dilakukan atau dikerjakan di waktu dari terbitnya fajar shidiq hingga terbitnya matahari dan adapun jumlah ra’kaat dari Sholat Subuh ini adalah 2 Ra’kaat dg mengeraskan bacaan-nya dikedua raka’atnya serta duduk tasyahudd satu kali pd raka’at terakhir. Adapun Bacaan Niat Sholat Subuh lengkap itu sendiri dpt anda lihat dibawah


Artinya adalah : ” Aku berniat sholat fardu subuh dua raka’at menghadap kiblat karena Alloh Ta’ala “..


2. Bacaan Niat Sholat Dhuhur

Sholat Dhuhur sendiri merupakan Sholat wajib yg mempunyai jumlah Ra’kaat sebesar 4 (Empat) Ra’kaat dan Waktu Sholat Dhuhur itu sendiri dapat dilakukan atau dikerjaan pd awal waktunya setelah cenderung mataharii darii pertengahan langit. akhir waktunya apabila bayang2 sesuatu telah sama panjanganya dg sesuatu itu, adapaun Bacaan Niat Sholat Dhuhur Lengkap bisa anda pelajari dibawah ini



Artinya adalah : ” Aku berniat sholat fardu Dhuhur 4 (Empat) Raka’at menghadap kiblat karena Alloh Ta’ala “..

3. Bacaan Niat Sholat Asyar
Sedangkan untuk Waktu Sholat Asyar bisa anda lakukan atau kerjakan pd waktu dimulainya habisnya waktu sholat zhuhur sampai terbenamnya mataharii dan untuk Jumlah Raka’at Sholat Asyar sendiri mempunyai Jumlah Raka’at berjumlah 4 (Empat Raka’at). Kemudian untuk Bacaan Niat Sholat Asyar sendiri bisa anda baca di bawah ini





Artinya adalah : ” Aku berniat Sholat Fardu ‘Ashar 4 (empat) Raka’at menghadap kiblat karena Alloh ta’ala”..

4. Bacaan Niat Sholat Maghrib

waktu sholat Maghrib merupakan sholat yg bisa kita kerjaan pada saat terbenamnya mataharii sampai hilangnya syaraq (Awan Senja) merah dan sedangkan untuk jumlah Raka’atnya sendiri mempunyai jumlah Raka’at sebesar 3 (Tiga) Raka’at serta Bacaan Niat Sholat Maghrib Lengkap bisa anda lihat dibawah ini





Artinya adalah : ” Aku berniat sholat fardu Maghrib 3 (tiga) raka’at menghadap kiblat karena Alloh ta’ala “..
5. Bacaan Niat Sholat Isya
Sholat Isya merupakan sholat yg terakhir sesudah Sholat Maghrib dan sebelum Sholat Subuh, untuk Waktu Sholat Isya sendiri dpt dilakukan dari mulainya terbenam syaraq (awan senja) hingga terbit fajar sebelum sholat subuh. Sedangkan untuk Bacaan Niat Sholat Isya Lengkap itu sendiri bisa anda lihat dibawah ini beserta artinya



Artinya adalah : ” Aku berniat Sholat fardu ‘isya 4 (empat) Raka’at menghadap kiblat karena Alloh Ta’ala “.

Demikian lah informasi atau ilmu yg bisa kamii sampaikan dan sharing kpd semua terkait Bacaan Niat Sholat Wajib yg sdh kami ulas secara lengkap dan jelas dg diberikan waktu sholat serta jumlah raka’atnya sehingga informasi yg kami sharing ini bisa berguna dan bermanfaat bagi anda semua.

Pengertian Shalat


1. Shalat Artinya
Secara etimologi shalat berarti do’a dan secara terminology (istilah), para ahli Fiqih mengartikan secara lahir dan hakiki.



Secara lahiriah Shalat berarti ‘Beberapa ucapan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan di akhiri dengan salam, yang dengannya kita beribadah kepada Allah menurut syarat-syarat yang telah ditentukan’(Sidi Gazalba,88).

Secara hakiki Shalat ialah ‘Berhadapan hati, jiwa dan raga kepada Allah,secara yang mendatangkan rasa takut kepada-Nya atau mendhairkan hajat dan keperluan kita kepada Allah yang kita sembah dengan perkataan dan perbuatan’ (Hasbi Asy-syidiqi,59)

Dalam pengertian lain Shalat ialah salah satu sarana komunikasi antara hamba dengan Tuhannya sebagai bentuk ibadah yang didalamnya merupakan amalan yang tersusun dari beberapa perkataan dan perbuatan yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam, serta sesuai dengan syarat dan rukun yang telah ditentukan syara’ (Imam Basyahri Assayuthi,30).

Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa Shalat adalah Suatu ibadah kepada Tuhan, berupa perkataan dengan perbuatan yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam menurut syarat dan rukun yang telah ditentukan syara’ berupa penyerahan diri secara lahir batin kepada Allah dalam rangkah ibadah dan memohon ridho-Nya.
2. Dalil yang Mewajibkan Shalat

Dalil yang mewajibkan shalat banyak sekali, baik dalam Al Qur’an maupun dalam Hadits nabi Muhammad SAW.

Dalil Ayat-ayat Al Qur’an yang mewajibkan shalat antara lain berbunyi;
 “Dan dirikanlah Shalat, dan keluarkanlah Zakat, dan ruku’lah bersama-sama orang yang ruku" (QS.Al Baqarah;43)
 Kerjakanlah shalat, sesungguhnya shalat mencegah perbuatan yang jahat dan mungkar”(QS. Al-Ankabut;45)
Perintah shalat ini hendaklah ditanamkan dalam hati dan jiwa kita umat muslim dan anak-anak dengan cara pendidikan yang lcermat, dan dilakukan sejak kecil sebagaimana tersebut dalam hadis nabi Muhammad SAW :
 Perintahkanlah anak-anakmu mengerjakan shalat diwaktu usia mereka meningkat tujuh tahun, dan pukulah (kalau mereka enggan melasanakan shalat) diwaktu usia mereka meningkat sepuluh tahun (HR.. Abu Dawud)

3. Syarat-Syarat Shalat


  1. Beragama islam
  2. Sudah baligh dan berakal
  3. Suci dari hadats
  4. Suci seluruh anggota badan pakaian dan tempat
  5. Menutup aurat
  6. Masuk waktu yang telah ditentukan
  7. Menghadap kiblat
  8. Mengetahui mana rukun wajib dan sunah.


4. Rukun Shalat

  1. Niat
  2. Takbiratul ihram
  3. Berdiri tegak ,bagi yang kuasa ketika shalat fardhu. Boleh duduk,atau berbareng bagi yang sedang sakit.
  4. Membaca surat Al-Fatihah pada tiap-tiap raka’at
  5. Ruku’ dengan tumakninah
  6. I’tidal dengan tumakninah
  7. Sujud dua kali dengan tumakninah
  8. Duduk antara dua sujud dengan tumakninah
  9. Duduk tasyahud akkhir dengan tumakninah
  10. Membaca tasyahud akhir
  11. Membaca shalawat nabi pada tasyahud akhir
  12. Membaca salam yang pertama
  13. Tertib; (Berurutan sesuai rukun-rukunnya)



5. Yang Membatalkan Shalat

Shalat akan batal atau tidak sah apabila salah satu rukunnya tidak dilaksanakan atau ditinggalkan dengan sengaja.

Adapun hal-hal yang dapat membatalkan shalat adalah sebagai berikut :

  1. Berhadats
  2. Terkena Najis yang tidak dimaafkan.
  3. Berkata-kata dengan sengaja di;luar bacaan shalat.
  4. Terbuka auratnya
  5. Mengubah niat, missal ingin memutuskan shalat (niat berhenti shalat)
  6. Makan atau /minum.walau sedikit,
  7. Bergerak tiga kali berturut-turut, diluar gerakan shalat.
  8. Membelakangi kiblat
  9. Menambah rukun yang berupa perbuatan, seperti menambah ruku’sujud atau lainnya dengan sengaja.
  10. Tertawa terbahak-bahak
  11. Mendahului Imam dua rukun.
  12. Murtad, keluar dari Islam.


6. Sunah dalam Melakukan Shalat

Waktu mengerjakan shalat ada ,dua sunah, yaitu sunah Ab’adh dan sunah Hai’at

a. Sunah Ab’adh


  1. Membaca tasyahud awal
  2. Memnbaca shalawat pada tasyahud awal,
  3. Membaca shalawat atas keluarga Nabi SAW pada tasyahud akhir.
  4. Memnbaca Qunut pada shalat Subuh dan shalat witir.


b. Sunah Hai’at


  1. Mengangkat kedua belah tangan ketika takbiratul ikhram,ketika akan ruku’ dan ketika berdiri dari ruku’.
  2. Meletakan telapak tangan yang kanan diatas pergelangan tangan kiri ketika sedekap,
  3. Membaca do’a Iftitah sehabis takbiratul ikhram.
  4. Membaca Ta’awwudz ketika hendak membaca fatihah,
  5. Membaca Amiin ketika sesudah membaca Fatihah,
  6. Membaca surat Al-Qor’an pada dua raka’t permulaan sehabis membaca Fatihah,
  7. Mengeraskan bacaan Fatihah dan surat pada raka’at pertama dan kedua, pada shalat magrib, isya’ dan subuh selain makmum.
  8. Membaca Takbir ketika gerakan naik turun,
  9. Membaca tasbih ketika ruku’ dan sujud.
  10. Memnbaca “sami’allaahu liman hamidah” ketika bangkit dari ruku’ dan membaca “Rabbanaa lakal Hamdu” ketika I’tidal,
  11. Meletakan kedua telapak tangan diatas paha ketika duduk tasyahud awal dan tasyahud akhir,dengan membentangkan yang kiri dan mengenggamkan yang kanan, kecuali jari telumjuk.
  12. Duduk Iftirasy dalam semua duduk shalat,
  13. Duduk Tawarruk pada duduk tasyahud akhir
  14. Membaca salam yang kedua.
  15. Memalingkan muka ke kanan dan kekiri ketika membaca salam pertama dan kedua


7. Makruh Shalat

  1. Orang yang sedang shalat dimakruhkan :
  2. Menaruh telapak tangan di dalam lengan bajunya ketika Takbiratul ikhram, ruku’ dan jsujud.
  3. Menutup mulutnya rapat rapat.
  4. Terbuka kepalanya,
  5. Bertolak pinggang,
  6. Memalingkan muka ke kiri dan ke kanan.
  7. Memejamkan mata,
  8. Menengadah ke langit,
  9. Menahan hadats
  10. Berludah
  11. Mengerjakan shalat di atas kuburan,
  12. Melakukan hal-hal yang mengurangi kekhusukan shalat.


8. Perbedaan Laki-laki Dan Perempuan Dalam Shalat

Laki-laki

1.Merenggangkan kedua siku tangannya dari kedua lambungnya waktu ruku’ dan sujud.

2.Waktu ruku’ dan sujud mengangkat perutnya  dari pahanya.

3.Menyaringkan suaranya /bacaanya dikeraskan di tempatr keras.

4.Bila member tahu sesuatu Membaca Tasbih, yakni ‘Subhaanallah’

5.Auratnya barang antara Pusar dan lutut.

Perempuan

1.Merapatkan satu anggota kepada anggota lainnya.

2.Meletakan perutnya pada dua tangan/ sikunya ketika sujud.

3.Merendahkan suaranya/ bacaanya dihadapan laki-laki lain yang bukan muhrimnya.

4.Bila memberitahu sesuatu dengan bertepuk tangan,yakni tangan kanan ditepukkan ke punggung telapak tangan kiri.

5.Auratnya seluruh anggouta tubuh kecuali bagian muka dan kedua telapak tangan


9. Hal-hal Yang Mungkin Dilupakan

Dalam melaksanakan shalat mungkin ada hal-hal yang terlupakan misalnya;

1. Lupa melaksanakan yang Fardhu
Bila yang terlupakan itu fardhu maka tidak cukup diganti dengan sujud sawi bila ia ingat ketika sedang shalat, maka haruslah cepat-cepat ia melaksanakannya. Bila ingat setelah salam, sedang jarak waktunya masih sebentar, wajiblah baginya mengulangi (menunaikan) apa yang terlupakan, lalu sujud sawi (sujud sunah karena lupa) sebelum salam.

2. Lupa melaksanakan sunah Ab’adh,
Jika yang terlupakan itu sunah ab-adh, kita tidak perlu mengulangi apa yang terlupakan itu,kita meneruskan shalat itu sampai selesai, dan sebelum salam kita disunahkan sujud sawi.

3. Lupa melakksanakan Sunah hai’at
Jika yang terlupakan itu sunah hai’at, maka tidak perlu diulangi apa yang terlupakan itu dan tidak perlu sujud sawi.

Sujud sawi itu hukumnya sunah, dan letaknya sebelum salam, dikerjakan dua kali sebagaimana sujud biasa.
Apabila orang bimbang atau ragu tentan bilangan jumlah raka’at yang telah dilakukan, haruslah ia menetapkan dengan yakin, yaitu yang paling sedikit dan hendaklah ia sujud sawi.
10. Beberapa Pelajaran dari Kewajiban Shalat

a. Shalat merupakan syarat menjadi taqwa.

Taqwa merupakan hal pyang penting dalam islam karena dapat menentukan tingkah laku manusia, orang-orang yang betul-betul taqwa tidak mungkin melakukan perbuatan keji dan mungkar, dan salah satu syarat orang yang betul-betul taqwa adalah mendirikan shalat sebagaimana firman tuhan dalam surat Al-Bakarah ayat; 43,dan 110, Surat Al- Ankabut ayat; 45,dan surat An-Nuur, ayat; 56 .

b. Shalat merupakan benteng kemaksiatan

Shalat sebagai benteng kemaksiatan artinya Shalat dapat mencega perbuatan keji dan mungkar. Semakin baik kwalitas shalat seseorang maka semakin efektif pula benteng pertahanannya untuk memelihara dirinya dari perbuatan maksiat.

c. Shalat mendidik perbuatan baik dan jujur

Shalat akan mendidik perbuatan baik seseorang apabila dilaksanakan secara khusuk. Banyak orang-orang yang shalat celaka, karena lalai akan shalatnya.

Selain mendidik perbuatan baik Shalat juga mendidik perbuatan jujur dan tertib, orang yang mendirikan shalat dengan baik tidak .mungkin meninggalkan syarat dan rukunnya, karena apabila salah satu syarat atau rukunnya ditinggalkan maka shalatnta akan batal atau tidak sah.

d. Shalat akan membangun etos kerja

Sebagaimana keterangan di atas bahwa pada intinya shalat merupakan penentu apakah orang-orang itu baik atau buruk, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun di tempat dimana mereka bekerja. Apabila ia melaksanakan shalat dengan khusuk dan ikhlas karena Allah, maka hal ini akan mempengaruhi terhadap etos kerja, mereka tidak akan melakukan koropsi atau tidak jujur dalam bekerja melaksanakan tugas.